Kelompok advokasi muslim AS menyerukan bakal calon presiden AS dari Partai Republik, Donald Trump untuk meminta maaf atas komentarnya mengenai Islam.
Sebelumnya, dalam wawancara dengan media CNN, Trump mengatakan bahwa "Islam membenci kita... Ada kebencian yang sangat besar."
"Kita harus sangat waspada. Kita harus sangat berhati-hati. Dan kita tidak bisa membiarkan orang-orang yang memiliki kebencian terhadap AS, masuk ke negara ini," imbuh Trump.
Statemen Trump ini menuai kecaman keras dari Dewan Hubungan Islam Amerika. Trump pun diserukan untuk meminta maaf.
"Retorika antimuslim Donald Trump tidak mencerminkan kepemimpinan, namun justru mencerminkan pemikiran fanatik yang dapat memecah-belah negara kita dan dunia," imbuh Nihad Awad, direktur eksekutif kelompok advokasi muslim AS tersebut seperti dilansir Press TV, Jumat (11/3/2016).
Pernyataan-pernyataan Trump memang kerap menuai kontroversi. Pada Desember tahun lalu, kandidat unggulan Partai Republik itu menjadi pemberitaan besar dengan menyerukan larangan sementara bagi warga muslim masuk ke AS.
Namun meskipun dihujani kecaman, Trump tetap mempertahankan seruannya itu. Belum lama ini, miliarder AS itu juga menuai kritik dengan menyatakan dukungan penyiksaan tersangka teroris dan pembunuhan keluarga teroris.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar